Sekretariat : jl. Alfalah I No. 9 Glugur Darat I Medan, Sumatera Utara/ JL Ir.H.Juanda No 1 Cempaka Putih Ciputat 15412, Telp.(021)7426723, Fax.(021)74714125, Jakarta

2011/02/06

14 February

Sejarah Valentine:

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al-Isro: 36)

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri.

Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

Selengkapnya...

SYAIKH BIN BAZ DAN SEORANG PENCURI

Salah seorang murid Syaikh ‘Ibn Utsaimin rahimahullah menceritakan kisah ini kepadaku. Dia berkata: “Pada salah satu kajian Syaikh Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, beserta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut. Maka Syaikh Utsaimin menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh bin Baz rahimahullah. Di tengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang lelaki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannyapun keras hingga para muridpun mengetahuinya.

Di saat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah selesai dari kajian, dan majelis sudah sepi aku melihat kepada pemuda yang tadi menangis. Ternyata dai dalam keadaan sedih, dan bersamanya sebuah mushhaf. Akupun lebih mendekat hingga kemudian aku bertanya kepadanya setelah kuucapkan salam: “Bagaimana kabarmu wahai akhi, apa yang membuatmu menangis?”

Maka diapun menjawab dengan bahasa yang mengharukan: “Jazakallahu khairan.” Akupun mengulangi pertanyaanku sekali lagi: “Apa yang membuatmu menangis akhi?” Diapun menjawab dengan tekanan suara yang haru: “Tidak ada apa-apa, sungguh aku telah ingat Syaikh bin Baz, maka akupun menangis.” Kini menjadi jelas bagiku dari penuturannya bahwa dia dari Pakistan, sedang dia mengenakan pakaian orang Saudi.

Dia meneruskan keterangannya: “Dulu aku mempunyai sebuah kisah bersama Syaikh bin Baz rahimahullah, yaitu sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai satpam pada salah satu pabrik batu bata di kota Thaif. Suatu ketika datang sebuah surat dari Pakistan kepadaku yang menyatakan bahwa ibuku dalam keadaan kritis, yang mengahruskan operasi untuk penanaman sebuah ginjal. Biaya operasi tersebut membutuhkan tujuh ribu Riyal Saudi (kurang lebih 17,5 juta Rupiah). Jika tidak segera dilaksanakan operasi dalam seminggu, bisa jadi dia akan meninggal. Sedangkan beliau sudah berusia lanjut.

Saat itu, aku tidak memiliki uang selian seribu Riyal, dan aku tidak mendapati orang yang mau memberi atau meminjami uang. Maka akupun meminta kepada perusahaan untuk memberiku pinjaman, Mereka menolak, Aku menangis sepanjang hari. Dia adalah ibu yang telah merawatku dan tidak tidur karena aku.

Pada situasi yang genting tersebut, aku memutuskan untuk mencuri pada salah satu rumah yang bersebelahan dengan perusahaan pada jam dua malam. Beberapa saat setelah aku melompati pagar rumah, aku tidak merasa apa-apa kecuali para polisi tengah menangkap dan melemparkanku ke mobil mereka. Setelah itu duniapun terasa menjadi gelap.

Tiba-tiba, sebelum shalat subuh para polisi mengembalikanku ke rumah yang telah kucuri. Mereka memasukkanku ke sebuah ruangan kemudian pergi. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghidangkan makanan seraya berkata: “Makanlah, dengan membaca bismillah!” Aku pun tidak mempercayai apa yang tengah kualami. Saat adzan shalat subuh, mereka berkata kepadaku, “Wudhu’lah untuk shalat!” Saat itu rasa takut masih menyelimutiku. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia dipapah salah seorang pemuda masuk menemuiku. Kemudian dia memegang tanganku dan mengucapkan salam kepadaku seraya berkata: “Apakah engkau sudah makan?” Akupun menjawab: “Ya, sudah.” Kemudian dia memegang tangan kananku dan membawaku ke masjid bersamanya. Kami shalat subuh. Setelah itu aku melihat lelaki tua yang memegang tanganku tadi duduk di atas kursi di bagian depan masjid, sementara jama’ah shalat dan banyak murid mengitarinya. Kemudian syaikh tersebut memulai berbicara menyampaikan sebuah kajian kepada mereka. Maka akupun meletakkan tanganku di atas kepalaku karena malu dan takut.

Ya, Allah, apa yang telah aku lakukan? Aku telah mencuri di rumah Syaikh bin Baz rahimahullah. Sebelumnya aku telah mendengar nama beliau, dan beliau telah terkenal di negeri kami, Pakistan.

Setelah Syaikh bin Baz selesai dari kajian, mereka membawaku ke rumah sekali lagi. Syaikh pun memegang tanganku, dan kami sarapan pagi dengan dihadiri oleh banyak pemuda. Syaikh mendudukanku di sisi beliau. Di tengah makan beliau bertanya kepadaku: “Siapakah namamu?” Kujawab: “Murtadho.” Beliau bertanya lagi: “Mengapa engkau mencuri?” Maka aku ceritakan kisah ibuku. Beliau berkata: “Baik, kami akan memberimu 9000 Riyal.” Aku berkata kepada beliau: “Yang dibutuhkan Cuma 7000 Riyal.” Beliau menjawab: “Sisanya untukmu, tetapi jangan lagi mencuri wahai anakku.”

Aku mengambil uang tersebut, dan berterima kasih kepada beliau dan berdoa untuk beliau. Aku pergi ke Pakistan, lalu melakukan operasi untuk ibuku. Alhamdulillah, beliau sembuh. Lima bulan setelah itu, aku kembali ke Saudi, dan langsung mencari keberadaan Syaikh bin Baz rahimahullah. Aku pergi rumah beliau. Aku mengenali beliau dan beliaupun mengenali aku. Kemudian beliaupun bertanya tentang ibuku. Aku berikan 1500 Riyal kepada beliau, dan beliau bertanya, “Apa ini?” Kujawab: “Itu sisanya.” Maka beliau berkata: “Ini untukmu.” Kukatakan: “Wahai Syaikh, saya memiliki permohonan kepada anda.” Maka beliau menjawba: “Apa itu wahai anakku?” Kujawab: “Aku ingin bekerja pada anda sebagai pembantu atau apa saja, aku berharap dari anda wahai Syaikh, janganlah menolak permohonan saya, mudah-mudahan Alloh menjaga anda.” Maka beliau menjawab: “Baiklah.” Akupun bekerja di rumah Syaikh hingga wafat beliau.

Selang beberapa waktu dari pekerjaanku di rumah Syaikh, salah seorang pemuda yang mulazamah kepada beliau memberitahuku tentang kisahku ketika aku melompat ke rumah beliau hendak mencuri di rumah Syaikh. Dia berkata: “Sesungguhnya ketika engkau melompat ke dalam rumah, Syaikh bin Baz saat itu sedang shalat malam, dan beliau mendengar sebuah suara di luar rumah. Maka beliau menekan bel yang beliau gunakan untuk membangunkan keluarga untuk shalat fardhu saja. Maka mereka terbangun semua sebelum waktunya. Mereka merasa heran dengan hal ini. Maka beliau memberitahu bahwa beliau telah mendengar sebuah suara. Kemudian mereka memberi tahu salah seorang menjaga keamanan, lalu dia menghubungi polisi. Mereka datang dengan segera dan menangkapmu. Tatkala Syaikh mengetahui hal ini, beliau bertanya: “Kabar apa?” Mereka menjawab: “Seorang pencuri berusaha masuk, mereka sudah menangkap dan membawanya ke kepolisian.” Maka Syaikhpun berkata sambil marah: “Tidak, tidak, hadirkan dia sekarang dari kepolisian, dia tidak akan mencuri kecuali dia orang yang membutuhkan.”

Maka di sinilah kisah tersebut berakhir. Aku katakan kepada pemuda tersebut: “Sungguh matahari sudah terbit, seluruh umat ini terasa berat, dan menangisi perpisahan dengan beliau. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdoa untuk Syaikh rahimahullah.

Mudah-mudahan Alloh merahmati Syaikh bin Baz dan Ibnu Utsaimin dan menempatkan keduanya di keluasan surga-Nya. Amiin.

Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi

Di kutip dari Majalah Qiblati edisi 02 tahun III (11-2007M / 10-1428H)


Selengkapnya...

2010/02/26

Kenapa Harus Maulid Nabi ???

Jika kita menyusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan juga empat imam madzhab, padahal mereka adalah orang-orang yang paling mencintai dan mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Perlu diketahui pula bahwa –menurut pakar sejarah-, yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyun (silsilah keturunan yang disandarkan pada Fatimah).

Asy-Syaikh Bakhit Al-Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam menyatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Maulid Ali, Maulid Fatimah, Maulid Al-Hasan, Maulid Al-Husain radhiyallahu ‘anhum, dan Maulid Khalifah yang berkuasa saat itu, yaitu Al-Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari Dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.

Fatimiyyun yang Sebenarnya.

Ahmad bin Abdul Halim Al-Haroni Ad-Dimasyqi mengatakan “Perlu diketahui, para ulama telah sepakat bahwa Daulah Bani Umayyah, Bani Al-Abbas lebih dekat pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, lebih berilmu, lebih unggul dalam keimanan daripada Daulah Fatimiyyun. Dua daulah tadi lebih sedikit berbuat bid’ah dan maksiat daripada Daulah Fatimiyyun…Daulah Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasik (banyak melakukan kemaksiatan) dan paling kufur.” (Majmu’ Fatawa, 35/127).

Seorang pakar sejarah yang bernama Al-Maqrizy juga menjelaskan bahwa begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalams setahun. Beliau menyebutkan kurang lebih ada 25 perayaan. Bahkan lebih parah lagi, mereka juga merayakan perayaan hari raya orang-orang Majusi dan Nashrani, yaitu hari Nauruz (tahun baru Persia), hari Al-Ghottos, hari Milad (hari Natal). Ini pertanda bahwa mereka jauh dari Islam.

Al-Qadhi Abu Bakar Al-Baqillani dalam kitabnya yang menyingkap tirai Bani ‘Ubaidiyyun, beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi. Cara beragama mereka lebih parah daripada Yahudi dan Nashrani. Bahkan yang paling ekstrim di antara mereka mengklaim Ali sebagai ‘Ilah (tuhan). Sungguh Bani Fatimiyyun ini lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani (Lihat Al Bida’ Al Hauliyah)

Inilah sejarah sejarah kelam dari Maulid Nabi. Dari penjelasan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa merayakan Maulid Nabi berarti telah mengikuti Daulah Fatimiyyun yang pertama kali memunculkan perayaan maulid. Dan ini berarti telah mengikuti tradisi orang-orang yang jauh dari Islam, dan telah menyerupai orang-orang yang fasik. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Sikap Ahlu Sunnah Dalam Menyikapi Perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Muhammad bin ‘Abdus Salam Khodr Asy-Syuqairy mengatakan, “Bulan Rabiul Awal ini tidaklah dikhususkan dengan shalat, dzikir, ibadah, nafkah, atau sedekah tertentu. Bulan ini bukanlah bulan yang didalamnya terdapat hari besar Islam seperti berkumpul-kumpul dan adanya ‘Ied sebagaimana digariskan oleh syari’at…Bulan ini memang hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sekaligus pula bulan ini adalah waktu wafatnya beliau. Bagaimana seseorang bersenang-senang dengan hari kelahiran sekaligus juga dengan hari kematiannya? Jika hari kelahiran beliau dijadikan perayaan, maka itu termasuk perayaan yang bid’ah munkar. Tidak ada dalam syari’at maupun dalam akal yang membenarkan hal ini.

Jika dalam maulid terdapat kebaikan, lalu mengapa perayaan ini tidak dilaksanakan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan sahabat lainnya? Tidak diragukan lagi bahwa perayaan yang diada-adakan ini adalah kelakuan orang-orang sufi, orang-orang yang serakah pada makanan, orang-orang yang gemar menyia-nyiakan waktu dengan permainan, dan pengagung bid’ah.

Lantas, faedah apa yang bisa diperoleh? Pahala apa yang bisa diraih dari penghamburan harta yang memberatkan? (As-Sunan wal Mubtada’at Al Muta’alliqah bil Adzkari wa Sholawat)
(kisahislam)

Selengkapnya...

2010/02/20

Liberalisasi Telah Masuk kampus

Oleh: Dr. Adian Husaini

Senin (4 january 2009), saya menemukan sebuah buku berjudul, jihad melawan ekstrim Agama, mwmbangkitkan islam progresif (terbit pertama Oktober 2009), penulisnya Susmanto Al Qurthuby. Buku ini merupakan kumpulan artikel yang salahsatunya diberi judula” Agama, seks dan Moral”.penulis buku ini adalah alumnus fakultas syari’ah IAIN Semarang yang sekarang sedang mengambil program Doktor di Boston University, AS, bidang antropolagi politik dan agama. Melalui artikel itulah, kita bisa menyimak secara jelas apa yang dimaksud dengan gagasan islam progresif, yang belakangan sering dilontarkan dan dianggap sebagai pemahaman islam yang seharusnya dianut umat islam.
Buku ini secara terang-terangan menghalalkan praktik seks bebas, yang penting dilakukan dengan suka rela, tanpa paksaan. Simaklah pendapat penulis tentang seks bebas perzinahan dan pelacuran: “lalu bagaimana hokum hubungan seks yang dilakukan atas dasar suka sama suka, “demokratis”, tidak ada pihak yang “ disubordinasi” dan “ diintimidasi”? atau bagaimana hukumm orang yang melakukan hubungan seks dengan pelacur (maaf kalau kata ini kurang sopan), dengan escort lady,call girl,dan sejenisnya? Atau hokum seorang perempuan, tante-tante, janda-janda, atau wanita kesepian yang menyewa gigolo untuk melampiaskan nafsu seks? Jika seorang dosen atau penulis boleh “menjual” otaknya untuk mendapatkan honor, mulut untuk mencari nafkah, atau penyanyi dangdut yang menjual pantat dan pinggul untuk mendapatkan uang, atau seorang penjahit atau pengrajin yang “menjual” tangan untuk menghidupi keluarga, apakah tidak boleh seorang laki-laki atau perempuan yang “menjual” alat kelaminnya untuk menghidupi anak, istri/suami mereka?”
Penulis juga mengecam MUI karena memperjuangkan UU pornografi dan pornoaksi. Katanya lebih lanjut: “Demikian juga kita masih meributkansoal kelamin-seperti yang dilakukan MUI yang ngotot memperjuangkan UU pornografi dan pornoaksi- itu juga sebagai pertanda rendahnya kualitas keimanan kita sekaligus rapuhnya fondasi spiritual kita. Sebaliknya, jika roh dan spiritualitas kita tangguh, maka apakah artinya segumpal daging bernama vagina dan penis itu. Apalah bedanya vagina dan penis itu dengan kuping, ketiak, hidung, tangan, dan organ tubuh yang lainnya. Agama semestinya “mengakomodasi” bukan “mengeksekusi” fakta keberagaman ekspresi sekssualitas masyarakat. Ingatlah bahwa dosa bukan karena “daging yang kotor” tetapi lantaran otak dan ruh kita yang penuh noda.”
Bagi kita yang muslim dan normal, pendapat seperti ini jelas amat sangat salah. Tentu kita patut bertanya, bagaimana seorang lulusan fakultas syari’ah bisa menjadi seperti itu? Kita yakin, paham itu tidak diajarkan dikampusnya. Mungkin dia mendapatkan dari luar kampus. Tetapi ketika menjadi mahasiswaFakultas Syari’ah IAIN semarang, ia pernah memimpin sebuah jurnal bernama justisia- yang terbit atas izin pimpinan Fakultas- yang isinya sangat anti Syari’at islam, termasuk secara terbuka menghalalkan perkawinan sesama jenis.
Mengapa jurnal yang dalam berbagai edisinya sangat melecehkan Al Quran dan syari’at islam bisa terbit dengan bebas di sebuah kampus yang menyandang nama islam? Ada yang menyatakan, bahwa yang semacam ini , hanya oknum saja. Tetapi, faktanya, oknum itu dibiarkan secara bebas menyebarkan opininya, juga menggunakan nama kampus. Ada yang menarik jika kita membaca sebuah buku berjudul: IAIN dan modernisasi islam di indinesia, (Jakarta:logos, 2002). buku ini diterbitkan atas kerjasama Canadian international development agency (CIDA) dan Direktorat pembinaan perguruan tinggi islam (Ditbinperta)Departemen Agama. Dalam buku ini dicerikan sejarah perubahan kampus IAIN, dari lembaga dakwah menjadi lembaga akademis:” Sebagai lembaga berafriliasi kepada agama, IAIN mulanya dimaknai sebagai lembaga dakwah islam yang bertanggung jawab terhadap syiar agama di masyarakat. Sehiingga orientasi kepentingan lebih difokuskan pada pertimbangan-pertimbangan dakwah. Tentu saja orientasi ini tidaklah keliru. Hanya saja, menjadikan IAIN sebagai lembaga dakwah pada dasarnya telah mengurangi peran yang semestinya lebih ditonjolkan, yaitu sebagai lembaga pendidikan tinggi islam. Karena IAIN sebagai lembaga akademis, maka tuntutan dan tanggung jawab yang dipikul IAIN adalah tanggung jawab akademis ilmiah.”(hal.x)
Menurut buku ini, kepulangan para dosen IAIN dari pusat-pusat study islam di barat telah mengubah metodologi dalam mempelajari islam, sebagaimana yang diajarkan guru-guru mereka (para orientalis) di barat. Metode itu sangat berbeda dengan metode belajar islam yang dikembangkan oleh para ulama islam di masa lalu. Disebutkan lebih lanjut:
“ salah satu yang menonjol adalah tradisi keilmuan yang dibawa pulang oleh kafilah IAIN (dan STAIN) dari sstudi mereka di McGill University secara khusus dan universitas-universitas lain di Barat secara umum. Berbeda dengan tradisi keilmuan yang dikembangkan oleh jaringan ulama yang mempunyai kecendrungan untuk mengikuti dan menyebarkan pemikiran ulama gurunya. tradisi keilmuan barat, kalau boleh dikatakan begitu, lebih membawa pulang metodologi maupun pendekatan dari sebuah pemikiran tertentu. Sehingga mereka justru bisa lebih kritis sekalipun terhadap pikiran professor-profesor mereka sendiri. Disamping aspek metodologis itu, pendekatan social empiris dalam studi agama juga dikembangkan.” (hal . xi).
Kemudian, sebagaimana diceritakan dalam buku ini pula, liberalisasi islam yang dimulai dari pasca sarjana UIN Jakarta- yang dipimpim oleh Prof. Harun Nasution – juga dikembangkan ke perguruan tinggi umum melalui dosen-dosen agama yang diberi kesempatan utuk mengambil S2 dan S3 di IAIN Jakarta. “ Dosen-dosen mata kuliah agama di perguruan tinggi umum dipersilahkan mengambil program S2 dan S3 di IAIN Jakarta, dimana Harun Nasution bertindak sebagai direktur. Dari sinilah kemudian paham islam rasional dan liberal yang dikembangkan Harun Nasution mulai berkembang juga di lingkungan perguruan tinggi umum.”(hal. 66)
Selengkapnya...

2010/02/14

Pluralisme Sang Perusak Aqidah

Dalam kamus inggris- Indonesia, plural artinya jamak alias lawan kata dari single yang berarti tunggal. Kalau ditambah akhiran –isme berarti menandakan suatu paham atau aliran. Pada intinya paham ini mengusung pemikiran batil bahwa jamaknya agama yang ada dimuka bumi ini adalah benar atau semua pemeluk agama apa saja bisa masuk surga. Paham ini sekaligus menolak kebenaran mutlak, dan lebih suka dengan paham kebenaran relatif atau nisbi.
Kemunculan paham pluralism berawal dari traumatis masyarakat barat ketika menghadapi hegemoni gereja, ketika doktrin eksklusivisme gereja menganggap bahwa di luar gereja tidak ada keselamatan, plus dengan adanya kejahatan dan kekejaman dari otoritas gereja. Mereka memburu serta membasmi siapa saja yang tidak setuju dengan doktrin gereja serta sangat berkuasadan memegang hegemoni politik. Maka sejak konsili vatikan II (1962-1965) Kristen (katolik) mengubah teologi eksklusif . trauma sejarah eropa terhadap ‘ organized religion’ Kristen itu menyebabkan pemeluk Kristen lebih memilih jalur sekuler, liberal, dan pluralisme teologi.

Pluralisme di Indinesia
Pluralisme di Indinesia berawal dari teologi inklusif yang diusung oleh Cak Nur (Nurcholis Majid), yakni gagasan perubahan konsep dari keyakinan mutlak menjadi keyakinan relative, akhirnya teologi tersebut dikembangkan lagi menjadi teologi pluralis yang meyakini bahwa semua agama sama benarnya. Sebagai contoh filsafat perennial yang membagi agama pada level esoterik (batin) dan eksoterik (lahir), yaitu satu agama berbeda dengan agama yang lain dalam level eksoterik, tetapi relative sama dalam level esoteriknya. Oleh karena itu ada istilah ‘ satu tuhan banyak jalan’, atau dalam filsafat rodanya Cak Nur ibarat pusat roda itu Tuhan sedangkan ruji-rujinya adalah jalan dan berbagai agama.
Simak tulisan Dr. Alwi Shihab dalam bukunya “ Islam Inklisif” menuju sikap terbuka dalam beragama : “ prinsip lain yang digariskan Al Quran adalah pengakuan eksistensi orang-orang yang berbuat baik dalam setiap komunitas beragama dan dengan begitu layak memperoleh pahala dari tuhan”. Untuk mengkampanyekan aqidak pluralis ini, para tokohnya mencari-cari ayat Al Quran dijadikan sebagai dalil untuk mengesahkan paham baru yang telah mereka yakini, diantaranya surat Ali Imraan ayat 19 dan 85, mereka berkata bahwa islam yang dimaksud dalam ayat ini adalah islam yang bermakna pasrah sepenuhnya kepada Allah  , maka barangsiapa yang mencari agama selain dari kepasrahan kepada-Nya, maka agama itu tidak akan diterima, dan di akhirat termasuk orang yang merugi. Maka dengan penafsiran akal ini mereka berpendapat bahwa yahudi, Kristen katolik, ahmadiyah, alias semua agama sama benar. Senada dengan penafsiran di atas adalah penafsiran surat Al Baqarah ayat 62 dan Al Maidah ayat 69 (yuks, yang pada intinya mereka menganggap bahwa dalam ayat ini Al quran tidak membeda-bedakan antara satu komunitas agama dari komunitas agama lainnya). Semua pendapat , anggapan dan penafsiran di atas merupakan ide-ide untuk memperkokoh pluralism keagamaan.
Pencerahan
Setiap muslim kudu percaya dan yakin kalau Al Quran itu Kalamulah, bukan produk budaya dan bukan pula makhluk, sehingga seorang yang telah berislam mestinya mempunyai kesimpulan yang sama bahwa ada kebenaran mutlak yang terdapat dalam Al quran dan As Sunnah, sebagaimana ketika Abdullah bin ‘Amru  berhenti menulis segala sesuatu yang keluar dari Nabi  karena dilarang oleh orang-orang quraisy, kerena menurut orang qurays bahwa nabi seperti halnya manusia ada saatnya marah dan ada saatnya ridho, maka Abdullah bin ‘Amru  lapor kepada Nabi  akan hal ini, maka Rasulullah  bersabda: “ tulislah, demi jiwaku yang berada di tangan-Nya ! tidaklah keluar dari mulutku ini kecuali Al haq (kebenaran mutlak)”.
Yuk, lihat surat Al Baqarah ayat 62 ! ayat ini turun berkenaan dengan sahabat-sahabat Salman (orang-orang Nashrani yang masih lurus sebelum diutusnya Nabi Muhammad  ). Salman bercerita kepada Nabi  bahwa mereka juga melakukan sholat, shoum dan mengimani serta bersaksi bahwa Rasulullah akan diutus sebagai Nabi. Pada mulanya Nabi  menjawab: “ wahai Salman, mereka termasuk ahli neraka”, jawaban Nabi  tersebut membuat Salman bersedih, kemudian turun ayat tersebut.(tafsir Ibnu Katsir jilid I).
Adapun keiman Yahudi adalah berpegang kepada Taurat dan mengikuti Musa as hingga datangnya Isa as, maka barangsiapa yang tetap berpegang dengan syari’at Musa setelah diutusnya Isa dan tidak mau mengikuti Musa, maka binasalah ia.
Adapun keimanan Nashrani adalah manakala mereka berpegang kepada Injil dan syari’at Isa sebelum diutusnya nabi Muhammad  . maka barangsiapa di antara mereka yang tidak mengikuti Muhammad  dan tidak mau meninggalkan syari’at Isa dan Injil setelah diutusnya Muhammad  , binasalah mereka. Maka setelah itu turunlah ayat 85 surat Ali Imran “ barangsiapa yang mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”.
Demikian jelas dan terang ayat-ayat yang menyatakan kekafiran ahli kitab dan pemeluk agama selain islam, hingga para ulama telah membuat suatu kesepakatan, barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang kafir, atau ragu akan kekafiran mereka, maka dia kafir.” Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik akan masuk ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah:6). Dan hadits shohih,” demi dzat yang jiwa Muhammad  ada di tangan-Nya, tiada seorang dari umat ini yang mendengar (agama )ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nashrani, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku bawa dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka”.(HR.Muslim).
Jadi, kalau pluralism berarti semua agama sama benar dan tidak ada kebenaran mutlak maka ini jelas-jelas gak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah  , maka kalau ada seseorang yang dijuluki “ bapak pluralism” tentu dia tidak mau kalau dia mengerti arti pluralism dan paham serta mengamalkan ajaran islam sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah menurut Rasulullah  .
Dan kalau memang semua agama sama benarnya maka dengan mudahnya seseorang akan panda dari Islam ke agama lain. Ingat sobat !!! untuk menjadi muslim tidak cukup hanya dengan memiliki KTP bersetatus “Islam” tapi perlu bersyahadat dan menjalankan syari’at-syari’at yang ada di dalamnya, sedangkan untuk keluar dari islam tidak perlu secara pormal menghapus kata “Islam” dari KTP, namun cukup dengan mengingkari satu ayat dalam Al Quran sudah mengeluarkan seseorang dari Islam walaupun KTP nya secara formal tertulis Islam. (MS)
Wallahu’alam bisshowab
Selengkapnya...

2010/02/13

Cinta Tanpa Harus Memiliki

Salman al farisi hendak meminang seorang putri dari kaum anshar untuk dijadikan istrinya, karena belum terbiasa dengan adat setempat (ia bukan orang asli Madinah-ed). Untuk urusan ini dia meminta bantuan Abu Darda’, sahabat yang telah dijadikannya saudara. Mereka berduapun menuju rumah putri yang dituju. Sesampainya di tempat tujuan Abu Darda’ memperkenalkan diri, “ saya Abu Darda’ dan ini saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakan dia dengan islam dan dia juga telah memuliakan islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama disisi Rasulullah  , sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli baitnya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri anda untuk dipersuntingnya”, fasih Abu Darda’ bicara dengan logat Bani Najjar yang paling murni.

Setelah terjadi perundingan tiba saatnya sang putri angkat bicara untuk menentukan apakah ia mau atau tidak untuk menerima tawaran Salman. Melalui ibunya sang putri tersebut memberikan jawaban yang sungguh mengagetkan, ternyata ia lebih memilih Abu Darda’ menjadi suaminya daripada Salman. Woow…. Sang putri ternyata lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya ! itu mengejutkan dan ironis. Bayangkan sebuah perasaan, dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Namun bagaimana reaksi Salman ketika itu? “ Allahu Akbar”, seru Salman,” semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian !”
Sobat, barangkali inilah yang sering dikatakan orang bahwa cinta tak harus memiliki. Hiks…. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, dan juga sedih. Ini tak mudah, sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan. Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita,sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis. Kisah ini juga membuktikan bahwa mencintai tanpa harus memiliki benar adanya, dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar paham tentang apa itu sejatinya.
Referensi: jalan cinta para pejuang.(Salim A. Fillah)
Selengkapnya...

Bahaya Pemikiran Liberal

sebenarnya masalah ini telah banyak disinggung oleh berbagai pihak yang berseberangan dengan paham ini, namun mengingat bahaya ini masih terus ada rasanya tidak salah kalau kita bincangkan di blog kita ini.
Liberalisme awal sebenarnya telah dimulai pada agama kristen yang berujung pada terbentuknya paham sekulerisme, paham ini ditimbulkan karena adanya pertentangan antara para negarawan (raja-raja dan bangsawan eropa)dan agamawan (diwakili oleh paus)diinggris konflik tajam antara raja dengan paus melahirkan aliran baru dalam sekte kristen yg dikenal dengan gereja anglikan.

Di jerman penentangan terhadap kuasa paus yang menerbitkan surat tanda pengampunan dosa memunculkan sekte protestan yang merupakan komunitas kristen terbesar didunia, pertentangan antara dua kelompok ini sangat sebelum tercapainya konsoliasi, namun saat ini konflik tersebut masih berlangsung di irlandia utara antara katholik berhadapan dengan anglikan inggris, ide awal pemikiran liberal dapat dikatakan berawal dari kritik kitab suci yang dilakukan oleh pakar-pakar theology untuk memisahkan antara perkataan asli yesus didalam bible yang ternyata hasilnya sangat mengejutkan dunia kekristenan metode yang diistilahkan dengan hermeunetika yang berasal dari nama tokoh dalam mytologi yunani bernama hermes seorang penerjemah bahasa dewa agar dapat dimengerti oleh manusia, hermeneutik memiliki metode- metode yang memang sangat tepat untuk menafsirkan bible namun sangat keliru jika digunakan untuk menafsirkan Al-Qur'an sebab peristiwa yg mendasarinya tidak sama, Al-Qur'an ditulis ketika rasulullah masih hidup sementara bible ditulis setelah beberapa tahun sejak kematian nabi isa, dan penulis biblepun bukan dari sahabat isa (hawariyyun).
para pengusung liberalis di Indonesia menganjurkan agar kita meniru apa yang telah dilakukan barat terhadap agamanya, mereka ini mengamini dan menjadi pembela setia setiap pemikiran yang berasal dari barat, bagi mereka barat sangat objektive,ilmiah dan metodologi mereka sangat baik untuk ditiru, pendek kata bagi kelompok ini barat adalah diatas segala-galanya dan warisan dari Islam dianggap sudah ketinggalan zaman, mereka inilah perusak dan penghancur Islam dari dalam, orang-orang ini senang dengan segala publisitas dan fasilitas yang didapatkan walaupun dengan melacurkan diri.dapat dikatakan mereka ini ibarat anjing yang menuruti perintah tuannya, peristiwa yang telah berlangsung dinegeri kita telah memperlihatkan jati diri mereka, mereka ikut memperburuk citra Islam dengan pendapat-pendapatnya yang banyak dikutip oleh pers yang kebetulan dikuasai orang-orang sekuler, tidak mengherankan kalau mereka membela pengikut ahmadiyah, menyetujui pornografi dan hal-hal lainnya, jika mereka melihat Islam atau kelompok Islam menentang suatu ide yang merusak maka dengan serta merta mereka akan menjadi lawan bagi kelompok tersebut.cukup banyak tulisan yang mengupas keberadaan dan bahaya kelompok ini, karenanya saya menganjurkan teman-teman untuk membaca buku-buku tersebut, dan kepada teman-teman yang lain mungkin bisa membagi ilmunya dengan membuat tulisan ringkas tentang hermeunitik untuk lebih dapat memahami liberalisme bagi alumni kita yang mungkin masih sedikit mendapat informasi.
(Rahmat Syukri Dzurrasyid,Alumni 99) Selengkapnya...

2010/02/12

Pentingnya Tauhid Bagi Umat

Tauhid adalah perkara pokok yang harus diketahui dan difahami oleh setiap hamba Allah  . karena ia syarat mutlak diterima sebuah amal ibadah.jika dalam beramal shalih ataau melakukan sesuatu kebajikan tetapi diniatkan kepada selain Allah  , maka amal tersebut batal. Dan seruan dakwah kepada tauhid adalah misi pertama yang diemban oleh seluruh Nabi dan Rasul Allah. Sebagaimana kewajiban pertama yang harus diketahui seorang hamba adalah mengenal-Nya. Firman Allah  ,
“ maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada illah (sesembahan, tuhan yang berhak disembah) selain Allah” (QS. Muhammad: 19)

Pengertian Tauhid
Tauhid berasal dari bahasa arab wahhada, yuwahhidu, tauhiidan yang berarti menyatukan’, menjadikan sesuatu sebagai satu-satunya’, atau mengesakan-Nya’.
Adapun secara istilah, tauhid adalah mengesakan Allah  , menyaakini keesaan Allah  dalam rububiyah-Nya, ikhlas beribadah kepada-Nya, serta menetapkan bagi-Nya nama-nama dan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Dengan demikian tauhid ada tiga macam:
1. Tauhid rububiyah
2. Tauhid uluhiyya dan
3. Tauhid asma’ wa sifat
Syekh Abdur Rahman bin nashir As Sa’die menulis bahwa yang dimaksud dengan tauhiid adalah mengetahui dan mengakui ke-Esa-an rabb (Allah) dengan kesempurnaan sifat-sifat-Nya dan mengikrarkan ke-Esa-an-nya dengan keagungan sifat-sifat-Nya serta meng-Esa-kan-Nya dalam ibadah.
Pengertian ini mengandung tiga kalimat,
Kalimat pertama, mengetahui dan mengakui keesaan Rabb (Allah) dengan kesempurnaan sifat-sifat-Nya, mengacu pada tauhid asma’ dan sifat.
Kalimat kedua, mengikrarkan keEsaan-Nya dengan keagungan sifat-sifat-Nya mengacu pada tauhid rububiyah. Kata ikrar disini lebih dekat kepada makna pengakuan dalam hati meski juga bisa diartikan ikrar secara lisan sesuai dengan esensi makna tauhid rububiyah.
Sementara kalimat ketiga, mengEsakan-Nya dalam ibadah, mengacu pada tauhid uluhiyah.
Syekh Muhammad bin Shalih al ‘utsaimin memberikkan pengertian senada: “tauhid adalah mengesakan apa-apa yang khusus bagi Allah  dalam hal rububiyah, uluhiyah, asma’ wa shifat.
Tauhid Misi Dakwah Para Rasul
Jika kita memperhatikan kisah para Nabi dan Rasul yang tercantum di dalam Al Quran , kita dapatkan bahwa mereka seluruhnya mengajak umatnya kepada satu kalimat yaitu agar mereka beribadah kepada Allah  dan tidak ada sekutu bagi-Nya, misi mereka semuanya sama yaitu mengingatkan kaumnya agar tidak terjerumus kepada kemusyrikan, meski syari’at atau tatacara ibadah dan muamalat masing-masing nabi dan rasul.
Pembelajaran tauhid merupakan prioritas pertama dalam agenda dakwah para nabi dan rasul. Seluruh nabi dan rasul yang diutus oleh Allah  mengajak umatnnya pertama kali untuk menerima, menyakini, dan melaksanakan tauhid. Seluruh usaha dakwah mereka dipusatkan agar kaumnya beribadah kepada Allah  dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Firman Allah  ,
“ Dan kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum engkau, melainkan kami wahyukan kepadanya: “ bahwasannya tidah ada ilah yang berhak diibadahi selain aku , maka beribadahlah kalian kepada-Ku. “(QS. Al Anbiya: 25)
Syekh Abdurrahman bin Hasan Alu Syekh menjelaskan bahwa,” Ayat ini menunjukan bahwa hikma diutusnya para rasul adalah agar mereka mengajak kaumnya untuk beribadah kepada Allah  semata, dan melarang mereka dari beribadah kepada selain-Nya. Ayat ini juga menunjukkan bahwa hal ini merupakan agama seluruh Nabi dan Rasul.
Dalam ayat yang lain Allah  berfirman,
“ Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", (QS. An Nahl: 36)
“ Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul kami yang Telah kami utus sebelum kamu: "Adakah kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah yang Maha Pemurah?"(QS. Az Zukhruf: 45)
Tentang Dakwah Para Nabi
a. Allah  berfiirman tentang Nabi Nuh as.
“Sesungguhnya kami Telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), Aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).” (QS. Al A’raaf: 59)
b. Allah  berfirman tentang Nabi Hud as.
“ Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. kamu hanyalah mengada-adakan saja.”(QS. Huud: 50)
c. Allah  berfirman tentang Nabi Shalih as.
“ Dan (Kami Telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka shaleh. ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” (QS. Al A’raaf:73)
d. Allah  berfirman tentang Nabi Ibrahim as.
“Dan (Ingatlah) Ibrahim, ketika ia Berkata kepada kaumnya: "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.
Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; Maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS.Al Ankabut:16-17)
e. Allah  berfirman tentang Nabi Luth as
“ Kaum Luth Telah mendustakan rasul-rasul, Ketika saudara mereka, Luth, Berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa?" Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” (QS.As Syu’ara’:160-163)
f. Allah  berfirman tentang Nabi Syu’aib as
“ Dan (Kami Telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. “(QS.Al A’raaf:85)
g. Allah  berfirman tentang Nabi Yusuf as
“ Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan Aku Telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya Aku Telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.
Dan Aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'qub. tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).
Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?
Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali Hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."(QS. Yusuf:37-40)
h. Allah  berfirman tentang Nabi Isa as
“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, Karena itu sembahlah Dia. inilah jalan yang lurus".(QS.Al Imran:51)
i. Allah  berfirman tentang Nabi Muhammad 
“Aku Hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri Ini (Mekah) yang Telah menjadikannya Suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan Aku diperintahkan supaya Aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”(QS.An Naml:91)
Demikianlah seluruh nabi dan rasul Allah  mengajak umatnya untuk bertauhid, beribadah kepada Allah  semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuaatu apapun.
Dakwah tauhid, penjelasan tentang akidah uyang shahih dan peringatan terhadap bahaya syirik merupakan pokok pertama dalam dakwah para nabi dan rasul, sejak Nabi Nuh ‘alaihissalam hingga Nabi Muhammad  . inilah tujuan pokok yang dengannya akan baik seluruh urusan dunia dan agama mereka.
Wallahu’alam
Selengkapnya...

2009/12/30

Kapitalisme Sudah Masuk Jurang. Kita, Umat Islam Siap Menyusul?


Sistem ekonomi sekuler (kapitalis) buatan yahudi yang kita jalani sekarang ini sudah mendekati jurang. Siap-siap bagi kita umat muslim :
1. Bagi yang punya uang, siap-siap akan kehilangan uangnya.
Dalam sistem ekonomi kapitalis, uang yang disimpan di sektor keuangan ribawi (bank) dan pasar palsu (pasar saham, pasar uang dan bursa komoditi) akan berkurang nilainya bahkan hilang.
Sektor keuangan ribawi dan pasar palsu menyalurkan uangnya bukan ke sektor riil tapi diputar-putar ke sektor keuangan dengan dibelikan junk paper/kertas sampah (surat hutang, saham, forex dan komoditi).
Islam mengajarkan untuk menyalurkan uang di sektor riil (ma’kud ’alaih/ada uang ada barang) bukannya malah membeli surat-surat hutang dan saham-saham yang naik turunnya harga bisa dimanipulasi oleh segelintir orang tertentu.

Bantuan likuiditas bank tidak akan pernah ada ujung pangkalnya seperti yang terjadi di pusatnya Amerika, karena uang di bank dan lembaga keuangan berkurang terus menerus.
Yang menjadi korban adalah nasabah seperti yang terjadi pada para nasabah Lehman Brothers Amerika (yang bangkrut) di Indonesia yang produknya dijual melalui Citibank yang uangnya tidak kunjung kembali.

2. Bagi yang punya penghasilan, siap-siap akan kehilangan penghasilannya.
Penghasilan, gaji atau keuntungan yang kelihatannya meningkat secara nilai uangnya tapi sesungguhnya menurun secara nilai intrinsiknya. Sistem ekonomi kapitalis berbasis uang kartal yang semakin lama nilainya semakin merosot tajam (inflasi).
Dalam Islam, patokan kaya dan miskin itu bukan dilihat dari kenaikkan penghasilan berdasarkan nilai tukar mata uang (dollar) tapi berdasarkan gram emas (dinar).
Pada tahun 1975, gaji seorang pembantu rumah tangga adalah Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah), pada waktu itu harga emas adalah Rp 2.000/gram. Jadi gaji seorang pembantu rumah tangga pada 1975 setara dengan 10 gram emas.
Gaji staf pegawai bank pada waktu itu Rp 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) yaitu setara dengan 200 gr emas. Gaji PNS pada waktu itu Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) yaitu setara dengan 150 gram emas.
Sekarang tahun 2009 (34 tahun kemudian), harga emas Rp 250.000,-/gram, gaji staf pegawai bank sekitar Rp 2,5 juta (dua juta lima ratus ribu rupiah) yaitu setara dengan 10 gram emas. Berarti gaji staf pegawai bank sekarang (2009) sama dengan gaji pembantu rumah tangga tahun 1975. Berapa gram emaskah gaji anda sekarang?
Amerika yang disebut-sebut negara yang paling kaya di dunia yang menjadi pusat peradaban ekonomi kapitalis ternyata sekarang telah hancur menjadi negara miskin. Sistem ekonomi kapitalis membuat orang makin miskin. Mereka sudah masuk jurang.
Kita sebagai umat Islam ikut-ikutan mengikuti sistem ekonomi kapitalis ini, jadi masuk jurangnya belakangan. Siap-siap!

3. Bagi yang punya pelanggan, siap-siap akan kehilangan pelanggannya.
Pelanggan akan sedikit demi sedikit akan hilang karena daya beli uangnya akan merosot terus sehingga alokasi dana akan tersedot ke kebutuhan-kebutuhan pokok saja.
Sistem ekonomi kapitalis membuat persaingan perdagangan ritel saling berebut pelanggan dengan saling menjatuhkan harga sehingga sangat sulit untuk mengambil keuntungan yang bisa menutupi biaya operasional.

4. Bagi yang punya pekerjaan, siap-siap akan kehilangan pekerjaannya.
Semakin banyaknya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena kesulitan perusahaan dalam mencari pasar dan mencari keuntungan. Biaya operasional perusahaan yang terus meningkat semakin membuat rumit masalah perusahaan.
Banyak pengusaha sekarang bukan berpikir untuk menjual barang dan mengembangkan perusahaannya tapi berpikir menjual aset-asetnya untuk menutupi uang pesangon karyawannya yang akan di-PHK.

5. Bagi yang punya hutang, siap-siap akan berhutang yang tidak akan ada ujung pangkalnya.
Pengeluaran akan semakin membesar dan pemasukan yang akan semakin mengecil, maka mau tidak mau akan masuk ke dalam jebakan hutang yang berbunga.
Awalnya menutup hutang dengan penghasilannya. Kemudian setelah penghasilannya tidak mencukupi maka yang akan terjadi adalah menutup hutangnya dengan hutang lagi.

6. Bagi yang punya aset, siap-siap akan kehilangan asetnya.
Sistem ekonomi kapitalis membuat banyak aset-aset yang menganggur (idle). Jadi, sistem ekonomi bathil ini bukan hanya membuat orang menumpuk uangnya tapi juga menumpuk asetnya.
Dan di kemudian hari, pemilik aset akan menjual asetnya untuk menutupi kebutuhan yang terus meningkat (karena merosotnya daya beli uang dan penghasilan serta biaya operasional aset yang terus membengkak) dan untuk menutupi hutang-hutangnya.

7. Bagi para pedagang, siap-siap akan semakin sulit mencari pembeli dan keuntungan
Pedagang akan semakin sulit mencari pembeli karena daya beli uang pembeli terus merosot. Pembeli akan mengutamakan kebutuhan-kebutuhan pokok terlebih dahulu.
Pedagang akan semakin sulit mencari keuntungan karena sistem ekonomi kapitalis menjebak pedagang ritel masuk ke dalam ”perang harga” sehingga yang menang adalah yang punya modal besar.

8. Bagi pemilik perusahaan (pengusaha), siap-siap kehilangan perusahaannya
Sistem ekonomi kapitalis menjebak setiap pemilik perusahaannya agar terjerat hutang riba yang ujung-ujungnya adalah bukan hanya penyitaan aset-aset tapi juga penyitaan perusahaan sehingga membuat pengusaha harus memulai usahanya dari nol lagi.

9. Bagi para muzakki (pembayar zakat), siap-siap menjadi mustahik (penerima zakat)
Nilai nishab (batasan nilai per tahun yang terkena zakat) yang terus meningkat yaitu 93,6 gram emas per tahun atau setara dengan Rp 23.400.000,- (93,6 gram x Rp 250.000,-) pada tahun 2009 ini. Setiap tahun akan terus meningkat seiring dengan semakin naiknya harga emas.

10. Bagi para pembeli (konsumen) , siap-siap dengan harga yang terus meroket dan barang-barang syubhat
Masih ingatkah kita dulu tahun 1988, harga sebuah pisang goreng adalah Rp 50,- (lima puluh rupiah). Sekarang 2009 (21 tahun kemudian) harga sebuah pisang goreng naik menjadi Rp 500,- (lima ratus rupiah). Siap-siap kalau nanti harga sebuah pisang goreng Rp 5.000,- (lima ribu rupiah)!
Sistem ekonomi kapitalis membuat konsumen masuk ke dalam jebakan manipulasi harga (diskon, cuci gudang, obral), manipulasi produk (komposisi dan proses pembuatan yang syubhat), tipu menipu (takaran, hadiah/judi, kemasan) dan sumpah palsu (iklan-iklan dusta).

Sistem ekonomi kapitalis buatan yahudi ini telah membuat kaum muslimin hanya memikirkan kepentingan diri, keluarga dan kelompoknya saja seperti binatang ternak. Sistem ekonomi kapitalis menjadikan kaum muslimin miskin harta, miskin ilmu dan miskin iman.
Sistem ekonomi Islam membuat kaum muslimin tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi juga memikirkan umat dan diinul Islam. Lihatlah contoh sahabat Nabi Saw, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq ra yang menyerahkan diri, keluarga dan seluruh harta kekayaannya untuk digunakan di jalan Allah Swt.
Sayangnya, kaum muslimin sekarang ini terjebak ke dalam tasykik (keragu-raguan) yang selalu dihembuskan oleh musuh-musuh Islam sehingga membuat kaum muslimin menjadi Islamophobia (takut dengan Islam) dengan mengidentikan Islam dengan teroris, kekerasan, fundamentalis, kuno dan lain-lain.
Padahal Umar bin Khattab ra berkata, ”Kami adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam. Apabila berpaling (dari Islam) maka Allah akan menghinakan (kami)”. Sistem ekonomi kapitalis membuat manusia menjadi makhluk yang hina. Sistem ekonomi Islam membuat manusia menjadi makhluk yang mulia.
Sudah saatnya kaum mulimin menjauhi sistem ekonomi kapitalis buatan yahudi ini, jangan masuk talbis iblis (jebakan setan). Sudah saatnya kaum mulimin bersatu untuk membuat sistem ekonomi Islam yang tidak mengekor dan benar-benar jauh dari sistem ekonomi kapitalis.
Kalau tidak mau bersatu memikirkan umat dan diinul Islam maka siap-siap saja masuk jurang. Mau?
Selengkapnya...

2009/10/29

UNDANGAN IKAPPAI-SU

ASS...WR.WB..
UNDANGAN RESEPSI PERNIKAHAN SAUDARI ASTITIKA SANDA UMAYA, SE PADA HARI SABTU, TANGGAL 21 NOVEMBER 2009 DI SEI PIRING KECAMATAN RAHUNING KABUPATEN ASAHAN , MENGUNDANG KEPADA SAUDARA-SAUDARA ALUMNI AGAR KIRANYA DAPAT MENGHADIRI ACARA PESTA PERNIKAHAN TERSEBUT.
ATAS KEHADIRIAN DAN DO'A RESTUNYA KAMI UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH...

TURUT MENGUNDANG
1. KELUARGA SINAMBELA/ ASTITIKA SANDA UMAYA, SE
2. IKAPPAI-SUMUT. Selengkapnya...

2009/10/01

undangan seminar pendidikan pesantren

. kami dari pengurus ikatan alumni & abituren pesantren at-thoyyibah Indonesia sumatera utara (IKAPPAI-SU) mengundang kepada para alumni pesantren baik dari PAI dan pesantren luar yang ada di sumatera uatara untuk dapat hadir pada
acara seminar "partisipasi pendidikan pesantren trehadap pembangunan masyarakat di sumatera uatara dalam menepis issu terorisme alumni pesantren di indonesia" pukul 14.00 Wib di hotel medan. tanggal 10 oktober 2009. Selengkapnya...

2009/09/21

ucapan

Kami dari segenap pengurus Ikatan Alumni dan Abituren Pondok Pesantren At-Thoyyibah Indonesia (IKAPPAI)mengucapkan
* SELAMAT HARI RAYA IDUL FTRI MOHON MAAF LAHIR & BATIN* Selengkapnya...

2009/08/03

meminta GUBSU Pedulikan PENDIDIKAN SUMUT

IKATAN ALUMNI & ABITUREN
PONPES AT-THOYYIBAH INDONESIA (IKAPPAI-SU)
MEMINTA GUBSU AGAR PEDULIKAN PENDIDIKAN DI SUMUT
medan...
permasalahan pendidikan bangsa saat memang sangat kompleks dan secara totalitas belum bisa diselesaikan secara universal. sel0gan peningkatan mutu pendidikan dalam standarisasinya tidak bisa menjadi acuan pokok dalam menjamin mutu pendidikan tsb. aspek pendidik, peserta didik, kurrikulum, sarana dan prasarana, lingkungan serta pemerintah belum maksimal untuk berperan serta dalam memajukan pendidikan. tidak bisa siapa yang harus kita salahkan yang jelas kesemua aspek terkait didalamnya.
disumatera utara saat ini masih banyak anak - anak yang putus sekolah bahkan masa depan mereka sudah tergadaikan dengan kepentingan sesaat dan tuntutan lahiriah. bukan karena mereka tidak memiliki kemamuan, bukan pula orangtuanya tidak mendukung tetapi faktor ekonomilah yang menjadi penyebab semua itu. pelariaannya adalah dengan bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga walaupun dari segi usia mereka belum layak untuk bekerkaja keras untuk mencari nafkah demi kebutuhan sehari-hari.
Lembaga-lembaga pendidikan yang ada di sumut juga harus mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah sumatera utara dalam hal ini Gubernur Sumut. sebagaimana visi dan misi untuk sumatera utara agar rakyat tidak bodoh.
terkait dengan lembaga pendidikan disumatera utara, permasalahan yang muncul dari kota siantar terhadap alih fungsi sekolah SMU menjadi pusat perbelanjaan saya fikir telah menciderai visi pendidikan di sumatera utara. selain itu juga SMU tsb telah memiliki sejarah panjang di kota yang cukup indah dan mulai berkembang. untuk memajukan kota dan menambah "pendapatan" daerah bukanlah harus dengan cara seperti itu. pendapatan memang penting tetapi pendidikan juga sangat penting. sebab majunya daerah karena majunya pendidikan, pendidikan yang baik maka akan mewujudkan negara yang baik pula..
oleh karena itu GUBSU harus tegas dalam kebijakan sekaligus memanggil kepala daerah kota pematang siantar untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan alih fungsi lahan/sarana da prasarana sekolah menjadi pusat perbelanjaan. Selengkapnya...

2009/07/15

ikappaifutsalclub

Bagi para alumni ikappai yang hobbi bermain futsal bisa bergabung di IKAPPAI Futsal Club, pada :
Hari : Sabtu/malam minggu
Waktu : 8.00 wib s/d 10.00
kami sangat bahagia jika kakanda/teman-teman alumni dan abituren PAI bisa ikut dan bergabung di IKAPPAI Futsal Club.

cont : Acan 081397588477 Selengkapnya...

2009/07/14

Pengajian bulanan IKAPPAI & Walimahan

IKAPPAI mengadakan pertemuan bulanannya bertempat di Rumah Abangda Junaidi yg beralamat di Jl Bajak II, yang dihadiri alumni Angkatan ke IV dan V dan tentunya angkatan terbaru turut hadir diantaranya Ust M.Nuh Abdul Muis yang merupakan anggota DPRD SUMUT dan mantan Ketua DPW PKS SUMUT

acara kemudian dilanjutkan dengan menghadiri walimahan salah seorang abituren sdr/i Khairunnisa bertempat di Jl garu I
( acara berlangsung pada hari Ahad, 12 juli 2009 ) Selengkapnya...

2009/05/25

Pesantren At-Thoyyibah Indonesia Menerima Murid Baru T.A 2009-2010

Sebagai salah satu pelopor Lembaga Pendidikan Islam yang ada di Kabupaten Labuhan Batu, Pesantren At-Thoyyibah Indonesia telah membuka pendaftaran bagi Murid Baru T.A 2009-2010 PUTRA - PUTRI.

Waktu Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai :
Tanggal 22 Juni 2009
Sekolah mulai tanggal 22 Juli 2009

Alamat Pendaftaran
Jl. Karya Wisata
Kompleks Citra Wisata Blok VI
No. 10 Medan
Telp : (061) 7878417

Pesantren At-Thoyyibah Indonesia
Pinang Lombang - Rantau Prapat
Jl. Lintas Sumatera, Km. 13 Rantau Prapat
Hp : - 08126308468
- 081376557973

Program Pendidikan
- Mad. Tsanawiyah 3 tahun (setingkat SMP)
- Mad. Aliyah 3 tahun (setingkat SMA)
Akreditas A
Dengan Jurusan
- IPA
- IPS
- TAKHASUS (Bahasa Arab dan Inggris)

Syarat-Syarat Pendaftaran
  1. Bebas uang pendaftaran
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Berijazah SD atau sederajat
  4. Berijazah SLTP atau sederajat
  5. Berbadan sehat
  6. Mengikuti ujian Test
  7. Sanggup mematuhi peraturan yang ditetapkan
Syarat-Syarat Penerimaan
  1. Lulus test
  2. Menyerahkan foto copy STTB dan surat tanda lulus SD/Sederajat atau SLTP/Sederajat dan NEM/SKHUN yang dilegalisir kepala sekolah sebanyak 3 lembar serta menunjukkan aslinya
  3. Menyerahkan pas foto 2 x 3 = 4 lembar dan 3 x 4 = 4 lembar
  4. Berkas dimasukkan dalam map
Biaya Yang Harus Dipenuhi :
Uang Pembangunan Rp. 400.000
sudah termasuk
- Tempat tidur
- Kartu tanda pelajar
- Simbol

Uang bulanan
1. Uang makan Rp. 220.000
2. Uang sekolah Rp. 40.000
3. Uang asrama Rp. 87.500
Jumlah Rp. 347.500 Untuk MTS dikurangi dana BOS Rp. 47.500



Mutu dan Disiplin Terbaik
Ada Pada Kami

Pinang Lombang, Mei 2009
Pimpinan



(Ir. H. Tamsil Lubis)
Selengkapnya...

2008/11/21

Alumni Ponpoes At-Thoyyibah Halal Bil Halal



Ratusan Alumni tergabung dalam Ikatan Alumni & Abituren Pelajar Pesantren At-Thoyyibah Indonesia (IKAPPAI), menggelar acara halal bil halal di gedung IAIN Sutomo Medan pekan lalu.

Acara itu dihadiri para Alumni seperti H. Indra Suardi, Lc.; MA, M. Rusdi, Lc., MA; Hendra Cipta, SE; H. Riswanto Wage; Dra. Yurisna Tanjung, MAP;Ahmad Khairuddin, S.pdi; Ernawati, M.Ag merupakan istri DPW PAN Sumatera Utara Ir. H. Kamaluddin Harahap, M.Si.

Ketua penasehat IKAPPAI H. Abdul Rahman Sofyan, Lc, MA dalam sambutannya mengatakan, alumni At-Thoyyibah kini menyebar di berbagai disiplin ilmu.

Menurut sofyan, SDM Pondok Pesantren (Ponpes) At-Thoyyibah Indonesia tidak pernah ketinggalan jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya.

"ini terbukti dengan tersebarnya seluruh alumni di berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti Politik, Sosial, ekonomi, pendidikan dan dakwah,"ujarnya.

M. Rusdy MA salah satu alumni mengatakan, saat ini ribuan pesantren alumni pesantren
Selengkapnya...